Funny Animation and Scraps
Dr.Henry,Ph.D.:031-7219 1959, 0818 39 0809

Aquarius: 17 Februari-11 Maret
Pisces: 12 Maret-18 April
Aries: 19 April-13 Mei
Taurus: 14 Mei-21 Juni
Gemini: 22 Juni-20 Juli
Cancer: 21 Juli-10 Agustus
Leo: 11 Agustus-16 September
Virgo: 17 September-30 Oktober
Libra: 31 Oktober-23 November
Scorpio: 24 November-29 November
Ophiuchus: 30 November-17 Desember
Sagitarius: 18 Desember-20 Januari
Capricorn: 21 Januari-16 Februari
Funny Animation and Scraps
MAU selalu Tampil PRIMA ? Hindari Penuaan Dini !!
Atau bermasalah dengan ROKOK ?
Funny Animation and Scraps
Funny Animation and Scraps
KANKER, MAu berhenti MeROKOK!
Dr.Henry,Ph.D.:031-7219 1959
Berat Badan, AIDS, dll.
http://2.bp.blogspot.com/_AtpRu05FVcY/TNrKW9pfBNI/AAAAAAAAAQ0/PprnJxqTp-c/s1600/foto-foto2.jpg
G R A T I S

Funny Animation and Scraps
Dr.Henry,Ph.D.:(031) 7219 1959
 Seminar2 Lokal, Nasional & Internasional
 Periksa/Konsultasi KESEHATANS+"General Checkup"

MATA
Funny Animation and Scraps
Funny Animation and Scraps
Funny Animation and Scraps
Hampir SEMUA PENYAKIT MATA
di atas & di bawah ini
 dapat disembuhkan dengan menggunakan Super LUTEIN JAPAN
by Dr.Henry,Ph.D
.:
(031) 7219 1959, 0818 39 0809.

Paling penting pada cara pengobatan dengan Kami adalah konsistensi dan disiplin dalam pemakaian.
 Informasi Tentang Aneka Kelainan Mata dan Penyakit Mata

Mata merupakan indra yang paling penting dan sensitif dalam kehidupan manusia. Jika mata rusak atau tidak bisa melihat , pasti kita akan merasa berada dalam kegelapan sepanjang hari. Bila sudah terjadi demikian, kita akan bergantung pada orang lain atau pada sebatang tongkat sebagai petunjuk jalan.
   1. KELAINAN MATA
A. MIOPIA (MATA MINUS)
Kelainan mata yang sering di alami orang adalah gangguan penglihatan jarak jauh. Kelainan tersebut secara medis disebut Miopia atau mata minus. Cirri dari gejala Miopia adalah bilamana melihat benda tidak jelas atau buram. Tetapi benda tersebut didekati maka akan semakin jelas kelihatannya.
Miopia sering di sertai dengan gangguan mata silindris (astigmatis).Kelainan ini timbul dari dalam atau dibawa sejak seorang masih kecil. Miopia umum ditemukan di seluruh dunia. Di negara maju, persentase penduduk yang menderita myopia biasanya lebih tinggi. Di Amerika Serikat, sekitar 25% dari penduduk dewasa menderita myopia. Sementara itu, di Jepang, Singapura, dan Taiwan, persentasenya jauh lebih besar, yakni mecapai sekitar 44%. Di Indonesia, walaupun tidak ada statistiknya, dapat diduga hamper di setiap rumah terdapat penghuni yang menderita myopia.
Miopia (Mata Minus) terjadi karena posisi bola mata melonjong ke depan.
Dalam keadaan normal jarak antara cornea dan retina mata adalah 24 mm.  Pada keadaan seperti di atas, cornea mata dapat menerima sinar pada titik terbaik sehingga penglihatannya sangat jelas. Jika cornea mata pada posisi melonjong ke depan, gambar yang diterima oleh lensa mata akan jatuh di depan retina sehingga penerimaan gambar di retina dan di otak menjadi buram. Hanya cahaya dari jarak dekat yang diterima oleh cornea dengan baik dan gambar yang jelas diterima oleh retina. Penglihatan jauh menjadi tidak jelas pada saat diterima oleh retina.
 Myopia dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: MIOPIA REFRAKTIF dimana posisi bola mata masih normal hanya refraktifnya terlalu tinggi. MIOPIA GENETIS  dimana jarak antara kornea dan retina terlalu jauh. Myopia genetic akan cenderung naik terus. Biasanya sampai sekitar umur 25 tahun. Bilamana terjadi myopia maligna A (minus tinggi sekali) maka sangat berisiko akan terjadi pelepasan retina, timbul konus atau kerusakan pada macula lulea . Myopia rendah atau medium (batas minus 4sd5) disebut kelainan mata. Namun myopia  yang tinggi dimana kornea dan sclera sudah mengalami disformasi maka penyakit mata ini tergolong berbahaya.
 95% dari penderita myopia, sudah lahir dengan kelainan tersebut (genetis). Hanya sekitar 5% dari penderita myopia mengalami kelainan mata ini berakibat dari diabetis.
Miopia ringan umumnya dapat dikoreksi dengan menggunkan kacamata atau lensa kontak. Namun untuk mata dengan minus tingggi, penggunaan kacamata seringkali menyebabkan aktivitas penderita terganggu karena kacamata yang digunakan pasti berlensa tebal. Bila sudah demikian, diperlukan operasi refraktif untuk mengatasinya. Bila diobati dengan obat tetes mata keben sebelum usia 17 tahun, kelainan ini dapat disembuhkan secara total. Namun bila pengobatan dilakukan setelah usia 17 tahun, umumnya minus hanya dapat diturunkan sekitar 75%, meskipun dalam berberapa kasus ada yang dapat disembuhkan secara total.
    2. ASTIGMATIS (SILINDRIS)

Dalam keadaan normal, Mopia (Mata Minus) atau Hipermetropia  (Mata Plus) bentuk kornea adalah bulat. Cahaya yang masuk secara parallel diikat dan diterima oleh retina. Pada orang yang menderita Astigmatis (Silindris) abnormalitas refraktif pada umumnya mengakibatkan bentuk korneanya tidak bulat, melainkan lonjong bulat seperti telur. Pada kondisi abnormal bentuk korneanya melonjong ke salah satu sudut mata. Keadaan seperti itu, tidak ada refraktifitas sehingga retina menerima gambar tidak jelas serta tidak terarah. Cahaya dari suatu objek yang bertitik, diterima oleh retina sebagai garis-garis. Gambar yang tidak jelas seperti itu berakibat penglihatan menjadi tidak jelas (buram).
 Pada kornea yang berbentuk bulat (normal) cahaya dikompres pada satu titik sehingga penglihatan menjadi normal. Pada kondisi kornea mata abnormal karena astigmatis maka akan terjadi gangguan refraktif sehingga penglihatan menjadi tidak jelas. Salah satu bagian dari kornea memantulkan cahaya yang lebih jelas dari pada bagian kornea lain sehingga cahaya yang diterima oleh retina dalam keadaan pecah. Di kenal dua jenis astigmatis yaitu astigmatis regular dan astigmatis irregular dan jenis asitigmatis tersebut ini dibedakan cahaya vertikal dan cahaya horizontal.
 Abnormalitas tidak hanya terjadi pada kornea mata, tetapi juga bisa terjadi di atas atau di dalam lensa mata. Kelainan tersebut dapat mengakibatkan pembengkakan pada optik mata. Keadaan tersebut di atas bisa mengakibatkan astigmatis irregular. Keadaan tersebut berakibat cahaya jatuh pada beberapa titik di depan dan di belakang retina. Akibatnya penderita kelainan mata astigmatis tidak dapat melihat dengan jelas.
Astigmatis bisa muncul bersama Miopia, Hipermetropia dan kelainan mata akibat usia lanjut. Salah satu gejala dari astigmatis adalah penglihatan buram. Astigmatis yang umumnya didertia oleh penyandang myopia ini biasanya dapat dikoreksi dengan kacamata berlensa silindris atau lensa kontak. Dapat juga di lakukan operasi refraktif.
Dengan menggunakan tetes mata keben astigmatis bisa disembuhkan secara total.
    3. HIPERMETROPIA (MATA PLUS)
hyperopie
Berbeda dengan mata yang mengalalmi gangguan Miopia (Mata Minus), orang yang derita gangguan mata Hipermetropia (Mata Plus) masih bisa melihat benda yang jaraknya jauh dengan jelas tetapi sebaliknya melihat benda jarak dekat dengan tidak jelas. Karena itu penderita Hipermetropia (Mata Plus) mengalami kesulitan untuk membaca, menulis atau memasak jika tidak menggunakan kacamata. Kelainan mata Hipermetropia (Mata Plus) terjadi karena jarak antara kornea dan retina berkurang dari jarak normal 24 mm. Pada keadaan tersebut di atas kornea mata akan menerima sinar pada titik yang tepat sehingga penglihatannya sangat jelas.
Pada saat melihat jarak dekat, mata pada penderita mata plus tidak mampu untuk mengikat cahaya. Kemampuan refraktif pada mata tidak cukup. Pada retina penglihatan jadi tidak jelas. Sedangkan cahaya dari jarak jauh bisa di terima secara normal. Penderita hipermetropia bisa melihat jelas untuk jarak jauh, dan sebaliknya untuk jarak dekat tida bisa melihat dengan jelas. Ziliar yang berfungsi sebagai alat fokus pada lensa mata pada saat merubah dan penglihatan jauh ke penglihatan dekat lebih banyak mendapat beban jika penderita hipermetropia jarang bisa mengistirahatkan mata.
Untuk mediagnosis hipermetropia bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis mata atau periksa di toko optik. Pada umumnya hipermetropia ringan bisa dikoreksi dengan kacamata. Sementara itu, untuk plus tinggi diperlukan operasi refraktif.
 Dengan menggunkan tetes mata herbal keben, hipermetropia (mata plus) dapat menyembuhkannya secara total.
4. PTERIGIUM
Apakah pterygium?
Pterygium adalah suatu penyakit mata yang ditunjukkan dengan adanya pertumbuhan di lapisan luar (conjunctiva) bagian putih mata
Siapakah yang mengalami pterygium?
Mereka yang sering bekerja di bawah cahaya matahari atau penghuni di negara tropika. Faktor lain yang menyebabkan pertumbuhan pterygium antara lain uap kimia, asap, debu dan benda-benda lain yang terbang masuk ke dalam mata.
Apakah simptomnya?
Mata akan terasa tidak leluasa, merah dan berair.
Apakah akibat terkena pterygium?
Bila pterygium semakin besar, akan dapat menyebabkan astigmatisma atau silau. Ada pterygium yang tumbuh secara perlahan, namun ada pula yang tumbuh secara cepat. Bila pterygium telah meliputi bagian tengah kornea, penglihatan akan menjadi
kabur.
Bagaimanakah cara menghalangi pertumbuhan pterygium yang berlebihan?
Dengan mengurangi kontak langsung mata kita dengan cahaya matahari, megnhindari debu dan angin dengan cara menggunakan kaca mata yang tepat,
menggunakan Tetes Mata Herbal Radix Vitae secara teratur.
Apakah cara yang tepat untuk melindungi mata?
Memakai kaca mata gelap untuk melindungi mata dari cahaya matahari, debu dan angin. Memeriksakan mata kita secara rutin ke dokter mata untuk mengetahui adanya gejala ataupun gangguan pada mata kita.
Apakah saya bisa kembali melihat seperti semula?
Dengan menggunakan Tetes Mata Herbal Radix Vitae secara teratur, yaitu konsisten dan sesuai dengan aturan pakai penglihatan bisa kembali seperti semula. Jangka waktu yang diperlukan untuk menyembuhkan Pterygium 2 sd 8 Bulan tergantung ketebalan lapisan Pterygium.

Pterigium merupakan penyakit mata yang di tandai dengan adanya pertumbuhan daging di kornea mata. Daging tersebut merupakan konjungtiva (membran yang menyelimuti bagian putih mata) yang tumbuh tidak normal ke dalam kornea. Pterigium bisa berukuran kecil atau bisa pula tumbuh membesar dan mengganggu penglihatan.
Penyebab pterigium belum dapat dipahami secara jelas. Namun, pterigium banyak terjadi pada mereka yang banyak menghabiskan waktu di luar rumah dan banyak terkena panas terik matahari, atau penduduk di negara tropis. Faktor yang lain yang menyebabkan pterigium antara lain, uap kimia, asap, debu dan benda – benda yang terbang masuk ke dalam mata.
Paparan sinar matahari dalam waktu lama, terutama UV, serta iritasi mata kronis oleh debu dan kekeringan diduga kuat sebagai penyebab utama pterigium. Gejala – gejala pterigium adalah mata merah, iritasi, inflamasi, dan penglihatan kabur.
 Bila pterigium semakin besar,  akan dapat menyebabkan astigmatisme atau silau. Ada pterigium yang tumbuh secara pelahan – lahan, namun ada pula yang tumbuh secara cepat. Bila pterigium telah meliputi bagian tengah kornea mata, penglihatan akan menjadi silau.
 Meskipun seseorang yang merasakan gejala tersebut tidak selalu berarti terkena pterigium, tetap disarankan untuk tetap perikasa ke dokter spesialis mata.
   5. KATARAK
Ini disebabkan oleh usia, kencing manis, cahaya UV (sinar matahari),kecederaan mata, merokok atau genetik.

  • Katarak disebabkan oleh selaput di bagian kanta semula jadi mata kita yang menghalang cahaya dan bayangan menembusi mata.
  • Bila usia kita meningkat, kemungkinan terkena katarak, namun begitu anak-anak dan orang muda dapat juga terkena katarak yang disebabkan oleh Virus RAPILLU

katarak
katarak

Katarak merupakan penyakit mata yang dicirikan dengan adanya kabut pada lensa mata. Lensa mata normal transparen dan mengandung banyak air, sehingga cahaya dapat menembusnya dengan mudah. Walaupun sel – sel baru pada lensa akan selalu terbentuk, banyak faktor yang dapat menyebabkan daerah di dalam lensa menjadi buram, keras, dan pejal. Lensa yang tidak bening tersebut tidak akan bisa meneruskan cahaya ke retina untuk diproses dan dikirm melalui syaraf optik ke otak.
 Penyakit katarak banyak terjadi di negara – negara tropis seperti Indonesia . Hal in berkaitan dengan faktor penyebab katarak, yakni sinar ultraviolet yang berasal dari sinar matahari. Penyebab lainnya adalah kekurangan gizi yang dapat mempercepat proses berkembangnya penyakit katarak.
 Katarak kebanyakan muncul pada usia lanjut. Data statistic menunjukan bahwa lebih dari 90% orang berusia di atas 65 tahun menderita katarak. Sekitar 50% orang berusia 75 – 85 tahun daya penglihatannya berkurang akibat katarak. Walaupun sebenarnya dapat diobati, katarak merupakan penyebab utama kebutaan di dunia.
 Sayangnya, kebanyakan orang tidak menyadari jika telah terkena katarak, karena umumnya katarak tumbuh sangat lambat dan tidak mempengaruhi daya penglihatan sejak awal. Daya penglihatan baru terpengaruh setelah katarak berkembang sekitar 3-5 tahun. Karena itu, pasien katarak biasanya menyadari penyakitnya setelah memasuki stadium kritis.
 Pada awal serangan, penderita katarak merasa gatal – gatal pada mata, air mata mudah keluar, pada malam hari penglihatan terganggu, dan tidak bisa menahan silau sinar matahari atau sinar lampu. Selanjutnya penderita akan melihat seperti awan di depan penglihatannya. Awan yang menutupi lensa mata tersebut akhirnya semakin merapat dan menutup seluruh bagian mata. Bila sudah sampai tahap ini, penderita akan kehilangan penglihatannya.
 Secara umum terdapat 4 jenis katarak seperti berikut:
1.      Congenital, merupakan katarak yang terjadi sejak bayi lahir dan berkembang pada tahun pertama dalam hidupnya. Jenis katarak ini sangat jarang terjadi.
2.      Traumatik, merupakan katarak yang terjadi karena kecelakaan pada mata.
3.      Sekunder, katarak yang disebabkan oleh konsumsi obat seperti prednisone dan kortikosteroid, serta penderita diabetes daripada oleh populasi secara umum.
4.      katarak yang berkaitan dengan usia, merupakan jenis katarak yang paling umum. Bedasarkan lokasinya, terdapat 3 jenis katarak ini, yakni nuclear sclerosis, cortical, dan posterior subcapsular. Nuclear sclerosis merupakan perubahan lensa secara perlahan sehingga menjadi keras dan berwarna kekuningan. Pandangan jauh lebih di pengaruhi daripada pandangan dekat (pandangan baca), bahkan pandangan baca dapat mencadi lebih baik. Penderita juga mengalami kesulitan membedakan warna, terutama warna biru. Katarak jenis cortical terjadi bila serat – serat lensa menjadi keruh, dapat menyebabkan silau terutama bisa menyetir pada malam hari. Prosterior subcapsular merupakan terjadinya kekruhan di sisi belakang lensa. Katarak ini menyebabkan silau, padangan kabur pada kondisi cahaya terang, serta pandangan menurun.
   6. GLAUKOMA

Apakah glaucome?

Glaucome adalah sejenis penyakit mata yang menyebabkan kerusakan syaraf optik mata. Kerusakan tersebut akan menyebabkan kebutaan mata. Namun begitu, kalau keadaan tersebut dideteksi dari awal, mata masih bisa dirawat dan akan menghindari kebutaan.
Apakah yang menyebabkan Glaucome ?
Kebanyakan kasus Glaucome disebabkan oleh karena saluran air mata tersumbat dan aliran air mata tidak lancar sehingga tekanan bola mata naik. Tekanan yang tinggi akan menyebabkan kerusakan syaraf optik. Namun begitu perkembangan Glaucome belum difahami sepenuhnya. Ada orang yang mengalami tekanan bola mata tinggi tetapi tidak mengalami kerusakan syaraf optik mata. Orang lain mungkin mengalami tekanan mata yang normal tetapi syaraf optik mengalami kerusakan. Faktor yang lain seperti kekurangan pengaliran darah ke dalam syaraf optik atau kelemahan syaraf optik juga memainkan peranan.
Bagaimana untuk mengetahui saya mengalami Glaucome ?
Mayoritas orang yang mengalami Glaucome tidak sadar mereka ada masalah ini pada tahap awal. Glaucome menyebabkan penglihatan bagian tengah kabur pada tahap awal. Anda perlu diperiksakan oleh dokter spesialis mata untuk mengetahui penyakit ini pada tahap awal. Jika hasil pemeriksaan dokter spesialis mata menyatakan bahwa anda mengalami penyakit mata Glaucome, mata anda masih bisa diobati antara lain dengan Tetes mata Herbal Radix Vitae untuk menghindari kehilangan penglihatan.
Apakah dengan pengobatan bisa mengembalikan penglihatan sepenuhnya ?
Jika terjadi kerusakan pada syaraf optik mata yang mengakibatkan kehilangan penglihatan, maka kerusakan tersebut tidak dapat diperbaiki lagi. Oleh karena itu perawatan awal penting sekali untuk mencegah kerusakan yang lebih fatal.
Adakah cara untuk menghindari kerusakan syaraf optik mata dan berkembangnya Glaucome ?
Ya, anda melaksanakan pemeriksaan mata secara rutin di dokter spesialis mata.
Apakah pengobatan tradisional atau herbal bisa membantu untuk menyembuhkan Glaucome ?
Jika anda sudah mengalami kerusakan pada syaraf, sel mata atau retina yang permanen, kerusakan tersebut sudah tidak bisa diobati dengan cara apapun. Hanya saja, dngan menggunakan tetes mata herbal Radix Vitae bisa membantu agar keadaan tidak memburuk.
Jika mata sebelah masih dalam keadaan baik, tetes mata herbal Radix Vitae bisa membantu supaya mata tersebut tidak mengalami kerusakan pada optik mata dan tekanan bola mata tidak naik.
Apakah Glaucome terdiri atas beberapa jenis ?
Ya benar, ada beberapa jenis Glaucome, Glaucome sudut terbuka merupakan Glaucome yang paling sering ditemui dan ini terjadi bila saluran air mata tersumbat, kondisi tersebut akan menyebabkan tekanan bola mata naik secara perlahan dan pasian akan mengalami kehilangan penglihatan dengan perlahan.
Glaucome sudut tertutup, (juga disebut akut) lebih jarang. Dalam keadaan ini, saluran air akan tiba-tiba tertutup dan kondisi ini bisa menyebabkan kebutaan kalau tidak dirawat dengan cepat. Biasanya mata yang mengalami serangan akut akan mengalami kemerahan dan kesakitan mata. Ini biasa di dampingi oleh sakit kepala sebelah, kekaburan mata, rasa

Glaukoma merupakan penyakit mata yang dicirikan dengan rusaknya saraf optik mata yang berfungsi untuk membawa pesan – pesan cahaya dari mata ke otak. Kerusakan saraf optic mata ini disebabkan oleh kelebihan cairan humor yang mengisi bagian dalam bola mata. Cairan mata yang diproduksi oleh jaringan – jaringan di depan bola mata ini sebenarnya berfungsi untuk membawa makanan untuk kornea dan lensa mata. Cairan mata juga akan mempertahankan tekanan di dalam bola mata agar bentuknya tetap terjaga dengan baik. Tekanan yang dihasilkan oleh cairan mata disebut tekanan intraokuler.
Kelebihan cairan pada bola mata bisa terjadi karena produksinya yang terlalu banyak atau laju pengeluarannya ke dalam aliran darah yang terlalu sedikit. Ketiga mulai terakumulasi dalam jumlah banyak, cairan mata menyebabkan tekanan yang semakin besar pada semua bagian mata termasuk saraf optiknya. Tekanan tersebut akhirnya akan menekan sel – sel dalam retina dan menghancurkan saraf mata. Akibatnya, saraf optik tidak mampu lagi membawa pesan –pesannya ke otak yang berakibat penglihatan seseorang menjadi berkurang. Bila tidak segera diobati, orang tersebut dapat mengalami kebutaan total.
 Terdapat lebih dari 20 macam glaucoma yang memiliki perkembangan serupa. Bentuk – bentuk glaucoma tersebut dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar sebagai berikut.
 1.      Glaukoma Sudut Terbuka
Glaukoma sudut terbuka merupakan penyakit yang bersifat progresif, artinya akan semakin memburuk bila tidak diobati. Awalnya hanya ada beberapa sel saraf yang rusak. Titik – titik kebutaan akan berkembang di daerah sel – sel saraf tersebut berada. Semakin lama, semakin banyak sel – sel saraf yang akan rusak dan semakin besar daerah penglihatan yang hilang. Akhirnya, seseorang dapat mengalami kebutaan total.
 Umumnya tidak ada gejala – gejala awal yang berarti pada glaukoma sudut terbuka. Kehilangan penglihatan terjadi dengan sangat lambat, seringkali berlangsung beberapa tahun. Bila hanya satu mata terkena, mata sebelahnya akan mengambil alih fungsi penglihatan. Karena itu, kebanyakan penderita glaukoma tidak menyadari bhwa penglihatannya telah menurun. Seseorang baru akan menyadari adanya glaukoma setelah penglihatannya berkurang parah dan akan lebih sulit diatasi.
 2.      Glaukoma Sudut Tertutup
Glaukoma sudut tertutup terjadi dengan sangat cepat. Beberapa jenis kecelakaan atau perubahan pada mata dapat menyebabkan cairan mata berkembang secara tiba –tiba. Efek dari glaukoma jenis ini akan muncul dalam waktu sangat singkat.  
    7. KONJUNGTIVITIS
Konjungtivitis ( radang selaput ikat mata) merupakan penyakit mata yang dicirikan dengan mata para penderita konjungtivitis merasah gatal dan bagian putih dari bola mata nampak berwarna merah. Di beberapa daerah di Indonesia Konjungtivitis di namakan lain seperti di dearah gorontalo dan manado di katakan mata Pete atau di Java di namakan mata Belean.
Konjungtivitis adalah infeksi pada konjungtiva, yang bisa berakibat dari Microba, benda yang masuk dalam mata, berlebihan debu atau asap yang masuk dalam mata penderita. Konjungtivitis harus diobati segerah sebab akibat Konjungtivitis yang berlarut – larut penjakit mata ini akan berkembang dan bisa mengakibatkan pterigium.
Tips untuk Kesehatan Mata
Langkah pertama yang penting untuk dilakukan adalah, konsultasi dengan dokter spesialis mata supaya ketahuan dengan jelas kelainan mata atau penyakit mata yang di alami.  Berikut ini Radix Vitae memberikan beberapa tips untuk memelihara dan melindungi mata anda agar dapat berfungsi dengan normal.
1.    Penerangan
Penerangan yang cukup untuk ruang belajar  ataupun ruang kerja sangat membantu menjaga agar indra mata kita tidak terlalu lelah berakomodasi menjalankan tugas sehari-hari. Intensitas cahaya minimal yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan mata kita adalah 300 Lux. Kekurangan cahaya bisa mengakibatkan gangguan pada mata dari usia muda.
2.    Genetis atau Turunan
Supaya bisa mengatasi gangguan pada mata seperti minus dan silinder di sarankan kepada orang tua sendiri sudah mengalami kelainan mata tersebut. Supaya mata dari anak pada usia 5-6 tahun di periksa. Jika di deteksi minus atau silinder dengan mudah bisa disembuhkan dengan menggunakan tetes mata Herbal Radix Vitae.
3.    Melindungi mata dari sinar mata hari dan debu.
Supaya menghindar mata anda akan mengalami penyakit mata seperti katarak atau pterygium maka mata harus dilindungi dari debu dan sinar mata hari.
Terutama kepada orang yang sering bawa kendaraan beroda dua atau yang selalu bekerja di luar ruangan supaya memakai helm yang betul dan yang menutup muka kemudan memakai kaca mata gelap atau minimal jika keluar ruangan pada siang hari memakai topi.
4.    Jangan di kucak jika ada benda asing masuk ke dalam mata.
Jika anda merasa ada benda asing seperti lalat atau serangga yang lain masuk ke mata anda jangan di kucak. Apabila mata tetap di kucak maka bisa menyebabkan bola mata anda akan terluka dan selanjutnya bisa mendapat gangguan pada mata yang tidak nyaman dan permanen.
Langkah pertama kalau terjadi hal seperti di atas coba membersihkan mata dengan menggunakan air saja. Pada umumnya benda asing yang sudah masuk ke mata akan dengan mudah keluar jika dibilas dengan air.
Menjaga Mata Tetap Sehat, Indah, dan Menawan

   Mata merupakan organ yang vital penunjang hidup kita sehari-hari. Terganggunya organ yang satu ini tentu akan mempengaruhi kehidupan kita. Oleh Karena itu perhatian yang serius dan perawatan berkala sangat dianjurkan untuk menjaga agar mata kita tetap sehat, indah dan menawan.
Mata
Organ mata terdiri atas jutaan sel syaraf yang berkaitan langsung dengan organ-organ lain di dalam tubuh kita. Oleh karenanya sejak dahulu kala telah dikembangkan suatu ilmu yang mampu mendeteksi penyakit yang diderita oleh seseorang melalui pengamatan pada bola mata yang dikenal dengan Iridologi. Mata yang sehat akan memberikan kenyamanan dan menambah rasa percaya diri bagi seseorang, mengingat seringkali kontak personal antara seseorang dengan orang-orang disekitarnya dimulai dengan saling melihat, menatap dan kemudian bertegur sapa dan seterusnya.
Ada beberapa macam kelainan dan penyakit pada mata yang diderita oleh masyarakat kita pada umumnya. Kelainan dan penyakit pada mata tersebut ada yang disebabkan oleh factor internal, eksternal, dan genetika. Faktor internal yang dimaksud adalah factor penyebab yang berasal dari dalam tubuh manusia misalnya kadar gula darah yang tinggi akan menyebabkan mata menjadi buram, kabur dan penglihatan menjadi tidak normal. Faktor eksternal misalnya disebabkan oleh irittasi akibat debu dan angina sehingga menyebabkan mata menjadi merah yang apabila terjadi secra berulang-ulang akan menjadikan mata terlihat berlendir/serselaputr dan pangdangan terganggu. Sedangkan factor genetika disebabkan oleh masalah keturunan dimana orang tua kita ada yang mendrita mata minus ataupun silindris maka memungkinkan terjadinya kelainan mata serupa.
Di Indonesia beberapa kelainan dan penyakit mata yang sering dikeluhkan antara lain adalah katarak, pterigium, glaucoma, myopia, hipermetropia dan astigmatis.
Perawatan & Pencegahan
Mengingat banyaknya penyebab yang memungkinkan terjadinya kelainan/penyakit pada mata membuat kita harus ekstra hati-hati menjaga organ yang satu ini. Ada pameo yang mengatakan bahwa lebih baik mencegah (preventif) dari pada mengobati (kuratif). Hal ini sangat tepat mengingat apabila terjadi kelainan /penyakit pada mata kita, untuk pengobatannya diperlukan tindakan yang memerlukan banyak kesabaran dan tentu saja biaya.
Berikut ini kami sajikan beberapa tips ringan yang dapat membantu mencegah timbulnya penyakit pada mata kita yakni antara lain:
1. Hindari minuman beralkohol
2. Hindari kebiasaan merokok
3. Membersihkan tempat-tempat yang rawan debu dan angin
4. Kurangi kontak langsung dengan matahari
5. Gunakan helm yang berpenutup wajah saat mengenadari sepeda motor
6. Perawatan mata dengan produk yang aman seperti herba secara teratur
7. Banyak mengkonsumsi sayur dan buah yang banyak mengandung zat besi
8. Mengurangi konsumsi makanan yang dapat memicu naiknya kadar gula darah bagi penderita diabetes
9. Tidak melakukan kebiasaan yang dapat mengganggu kesehatan mata, seperti membaca di tempat yang kurang intensitas cahayanya atau membaca sambil berbaring di tempat tidur.
Upaya pengobatan dengan herbal berbahan baku buah “keben”
Beberapa tips di atas adalah merupakan upaya pencegahan dan perawatan sebelum mengalami gangguan pada mata kita. Namun apabila ternyata mata kita telah mengalami gangguan yang menyebabkan berbagai aktivitas sehati-hari kita menjadi terkendala, maka langkah selanjutnya tentulah memeriksa mata kita ke dokter atau klinik spesialis mata terdekat.
Bagi yang merasa lebih cocok dengan obat-obatan/ramuan herba utuk mata, kini telah hadir obat tetes mata Radix Vitae yang berbahan baku buah keben (barringtonia asiatica).
Obat yang ditemukan oleh Mr . Heinrich Melcher seorang herbalis asal Jerman ini telah terbukti berhasil menyembuhkan berbagai keluhan sakit mata antara lain katarak, pterigium, glaucoma Myopia, hiperetropia dan Astigmatis.
Menurut Mr. Melcher, oleh karena obat ini merupakan herbal berbahan baku buah keben maka penggunaannya tidak menimbulkan efek samping yang merugikan bagi mata pasien, sehingga bagi para calon pengguna tidak perlu ragu-ragu ataupun takut untuk mencobanya.
 
Make a Free Website with Yola.